Komisi III DPR: Polisi Harus Diberikan Sanksi Pidana atas Tragedi Kanjuruhan

Komisi III DPR: Polisi Harus Diberikan Sanksi Pidana atas Tragedi Kanjuruhan
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP
NEWS | 4 Oktober 2022 16:42 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI Santoso menilai, polisi yang bertugas mengamankan laga Arema FC melawan Persebaya harus diberikan sanksi. Sebab, tindakan polisi menembak gas air mata ke arah suporter menjadi penyebab kematian ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan.

"Kalau perlu pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan pertandingan itu ya dalam hal ini kepolsiian ya harus diberi sanksi juga, termasuk orang orang yang di Poldanya itu kalau seandainya memang mereka juga bagian dari pengamanan yang di Stadion Kanjuruhan itu," kata Santoso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10).

Santoso menilai perlu sanksi pidana karena telah menyebabkan kematian. "Oh iya harus (pidana) karena ini menyebabkan kematian, enggak bisa," kata politikus Demokrat ini.

Santoso mempertanyakan langkah kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah suporter. Kematian di Kanjuruhan juga tidak ada kaitan dengan bentrokan. Menurutnya, gas air mata yang digunakan polisi menjadi penyebab kematian ratusan orang di Kanjuruhan.

"Kenapa menembakan gas air matanya di tribun? Kan dia sebenarnya tahu harusnya itu SOP bagaimana menembakan gas air mata. Tapi ternyata di tribun yang dampaknya sungguh luar biasa menimbulkan kemarian sampai 100 orang ini," ujar Santoso.

Polisi perlu mengambil langkah perbaikan prosedur anggotanya yang menggunakan gas air mata.

"Dan menurut saya ini menjadi momentum Polri untuk melakukan pembenahan SOP bagi anggota Polri yang dilenglapi gas air mata," tegas Santoso.

2 dari 2 halaman

Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Irjen Pol Dedi Prasetyo, total korban meninggal sebanyak 125 orang, 21 orang alami luka berat dan 304 orang mengalami luka ringan.

"Sejauh ini terdapat total 455 orang menjadi korban dalam peristiwa ini. Korban meninggal dunia 125 orang," ujar Dedi

Menyikapi respons-respons negatif dan kritik masyarakat terkait perlakuan petugas keamanan yang menembakkan gas air mata ke arah suporter dan penonton, Polri melakukan pemeriksaan internal terhadap delapan belas anggota yang terlibat dalam kejadian tersebut.

"Tim dari pemeriksa Bareskrim untuk secara internal, tim dari Itsus dan Propam sudah melakukan pemeriksaan, dan ini dilanjutkan pemeriksaan, memeriksa anggota yang terlibat langsung dalam pengamanan, ya sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota yang bertanggung jawab atau sebagai operator pemegang senjata pelontar," ucap Dedi. (mdk/ray)

Baca juga:
Polri Dalami CCTV Enam Pintu Stadion Kanjuruhan, Lokasi Banyaknya Korban Meninggal
Komdis PSSI: Pertandingan Arema-Persebaya Digelar Atas Rekomendasi Kepolisian
Polri Periksa Anggota hingga Panitia terkait Tragedi Kanjuruhan, Total 29 Saksi
PSSI: Stadion Kanjuruhan Belum Pakai Single Seat, Penonton Bisa Himpit-Himpitan
PSSI Sanksi Arema FC Hanya Bisa Gelar Laga Minimal 250 Km dari Malang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini