Megawati Nilai Ratu Kalinyamat dan Dokter Soeharto Layak jadi Pahlawan Nasional

Megawati Nilai Ratu Kalinyamat dan Dokter Soeharto Layak jadi Pahlawan Nasional
Megawati jadi pembicara kunci Napak Tilas Ratu Kalinyamat. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 11 Agustus 2022 14:23 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menilai Ratu Kalinyamat layak mendapat gelar pahlawan nasional. Menurut Megawati, semasa hidupnya Ratu Kalinyamat gigih menghadapi kolonial Portugis.

"Saya setuju banget nama beliau dijadikan pahlawan. Ini kembali bukan karena saya subjektif sama perempuan. Enggak loh, saya kan pernah tahu sebagai presiden untuk menjadikan seorang pahlawan itu tidak gampang," ucap Megawati saat berbicara Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut di geladak KRI Dewaruci, Jakarta, Kamis (11/8).

Bahkan, kata dia, Portugis mencatat Kalinyamat sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame. Artinya 'Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani'.

"Coba bayangkan, duh orang penjajah mengakui kok kitanya sendiri ya enggak. Jadi saya setuju banget," ucap Ketum PDIP ini.

Megawati mengutip kisah Ratu Kalinyamat yang terbukti bersemangat membangun kapal perang dan mengirimkannya untuk menyerang Portugis pada tahun 1551. Dia membantu Sultan Johor di Malaka, Sultan Ternate, Sultan Hitu, dan puncaknya pada tahun 1574 ketika membantu Sultan Aceh dalam menghadapi Portugis.

Dia lalu menyinggung sosok laksamana perempuan pemberani dari Bumi Serambi Makkah, Aceh. Yaitu Laksamana Malahayati yang mampu mengalahkan Cornelis de Houtman melalui duel satu lawan satu. Lalu, ketegasan yang tidak tertandingi Ratu Shima di Kerajaan Kalingga di Pantai Utara Jawa.

"Ratu Kalinyamat, Laksamana Malahayati dan Ratu Shima hanyalah sedikit contoh, betapa Nusantara begitu kaya dengan tokoh-tokoh Maritim, dan banyak di antaranya adalah tokoh perempuan," kata Megawati.

Jelang peringatan 17 Agustus, Megawati mengatakan dirinya juga menerima aspirasi agar dokter Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional. Begitu pula dengan Radjiman Wedyodiningrat.

"Jadi menurut saya, saya secara pribadi saya menyetujui seperti dr Soeharto, dr Radjiman," kata dia.

Untuk diketahui, semasa hidupnya, dokter Soeharto memiliki kedekatan spesial dengan presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta. Bahkan, sejak 1942, dia didapuk menjadi dokter pribadi kedua proklamator tersebut.

2 dari 2 halaman

Megawati menjadi pembicara kunci Napak Tilas Ratu Kalinyamat Pahlawan Maritim Nusantara yang digelar TNI Angkatan Laut di Jakarta. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyambut kedatangan Megawati.

Kasal Yudo mengajak Ketum PDI Perjuangan itu dan peserta menuju KRI Dewa Ruci yang sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok.

"Selamat datang dan terima kasih atas kesediaan Ibu Prof. Dr. H.C Megawati Soekarnoputri yang memenuhi undangan kami sebagai keynote speaker dalam talkshow ini. Yang lalu ibu pernah hadir di tengah-tengah prajurit jalasena, hari ini ibu hadir kembali bahkan di atas kapal perang kebanggaan kita, KRI Dewaruci," kata Yudo.

Yudo menambahkan, Megawati adalah presiden perempuan pertama di Indonesia. Meskipun bukan dari kalangan militer tetapi dia memiliki kepedulian dan perhatian sangat besar terhadap pembangunan kekuatan militer, khususnya TNI dan Angkatan Laut.

"Bagi TNI AL, KRI Dewaruci ini adalah berkat jasa beliau yang sangat besar, jika bukan perhatian dan jasa besar ibu Megawati kapal ini sudah jadi museum," ucap Yudo.

Dia mengatakan, melalui perjuangan Megawati kapal ini sudah berumur 69 tahun dan masih tetap eksis menjadi kapal kebanggan Indonesia. Dari sinilah terlahir para pemimpin angkatan laut para prajurit-prajurit jalasena yang gagah perkasa.

Terlihat sejumlah yang hadir antara lain Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR RI Dr. Lestari Moerdijati, Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh, Sujiwo Tejo (Budayawan), Kepala Perpustakaan Nasional, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Ratu Kalinyamat merupakan salah satu putri dari Raja Demak Trenggana (1521-1546). Dia dalah seorang ratu dari Kerajaan Kalinyamat di Jepara. Ratu Kalinyamat satu-satunya raja wanita pada abad 16 yang berani dan berhasil membangun kekuatan Angkatan Laut yang besar dan kuat.

Ratu Kalinyamat memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Portugis pada abad XV. (mdk/tin)

Baca juga:
Patriotisme dan Nasionalisme adalah Sikap Bela Negara, Pahami Contohnya
70 Kata Ucapan Selamat Hari Veteran Nasional, Bangkitkan Cinta Tanah Air
50 Pantun 17 Agustus Lucu, Tanamkan Semangat Juang RI dan Cinta Tanah Air
Jokowi Teken Keppres Pahlawan Nasional Sebagai Mata Uang Rupiah, Ini Daftarnya
Wapres Ma'ruf Amin Ajak Anak Muda Perkuat Nasionalisme
JIS Diusulkan Jadi Stadion MH Thamrin, Ini Kata Anies

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini