SID: Metro TV berbohong saat wawancara soal Tanjung Benoa

PERISTIWA | 1 Desember 2014 16:20 Reporter : Al Amin

Merdeka.com - Grup band punk asal Bali Superman Is Dead (SID) menuding stasiun televisi Metro TV telah melakukan pembohongan publik dalam sebuah wawancara melalui telepon. Dalam wawancara yang dilakukan pada Kamis (27/11), Metro TV mewawancarai Wayan Muka yang disebut sebagai ketua LPM kelurahan Benoa.

Dari pantauan merdeka.com, Senin (1/12), melalui akun Facebook miliknya, Jumat (28/11), SID menuliskan jika ketua LPM Tanjung Benoa bukan lah Wayah Muka, melainkan Kadek Duarsa. SID juga menyebutkan jika Wayan Muka pernah memfasilitasi konsultasi publik amdal abal-abal reklamasi.

"Ketua LPM Tanjung Benoa adalah Kadek Duarsa, dan Kadek dengan tegas sejak dulu menolak reklamasi Teluk Benoa."

SID menjelaskan jika Metro TV telah men-setting wawancara dengan artikel dengan judul dan isi yang tidak sinkron. Menurut mereka wawancara ini merupakan bentuk pembodohan.

"Membuat acara interaktif via telephone seakan pembicara yang disebut Ketua LPM Tanjung Benoa (padahal bukan dia) mendukung reklamasi. Kenyataannya ketua LPM Tanjung Benoa itu "Kadek Duarsa" dan Kadek sangat menolak reklamasi Teluk Benoa. #TolakReklamasiTelukBenoa."

Sementara itu, Kadek Duarsa yang merupakan LPM Tanjung Benoa menyebut wawancara tersebut merupakan cara yang dilakukan penjajah.

"Sialan.. Dasar penjajah yg menghalalkan segala cara... Saya akan gunakan hak jawab dan konferensi pers tentang hal ini.. Kami tanjung benoa sudah resmi menolak rencana busuk ini.." tulis Kadek Duarsa dalam kolom komentar Facebook menanggapi postingan SID tersebut.

(mdk/tts)