Fraksi Gerindra Pertimbangkan Menolak Revisi UU KPK

POLITIK | 13 September 2019 15:50 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihaknya mempertimbangkan menolak revisi undang-undang KPK. Dia menuturkan Gerindra melihat poin-poin revisi UU KPK berpotensi melemahkan lembaga antirasuah itu.

"Partai Gerindra sedang mengkaji dan mempertimbangkan dengan serius untuk menolak revisi undang-undang KPK," kata Sufmi di ruang kerja fraksi Gerindra di DPR, Jakarta, Jumat (13/9).

Salah satu pasal yang disoroti adalah Pasal 37 A tentang Dewan Pengawas KPK. Dalam pasal itu disebutkan anggota dewan pengawas berjumlah lima orang dengan masa jabatan empat tahun.

Gerindra mempermasalahkan lamanya masa jabatan dan latar belakang anggota dewan pengawas. Wakil Ketua Umum Gerindra ini mengusulkan anggota dewan pengawas berasal dari dua unsur eksekutif, legislatif dan satu unsur yudikatif.

"Disebutkan bahwa dewan pengawas itu ditunjuk oleh pemerintah, lima-limanya sementara ya mungkin dalam masa sekarang tidak ada niatan dari pemerintah untuk intervensi. Tetapi karena ini undang-undang berlakunya sangat lama bisa kemudian hal tersebut rentan dipergunakan untuk melemahkan," ujar Sufmi menjelaskan.

Menurutnya, ada sejumlah pasal dalam revisi UU KPK yang berpotensi melucuti wewenang KPK. "Ada beberapa pasal lagi yang sedang kita kaji dan anggota kami di Baleg sedang akan membahasnya siang hari ini," tandas Dasco.

Baca juga:
Masih Ricuh, Pendemo Desak Wadah Pegawai Copot Kain Hitam Penutup Lambang KPK
Pendemo ke Polisi: Kalian Paham Enggak Sih, Mereka Tidak Mau Polri Pimpin KPK
Demo Pendukung Revisi UU KPK Rusuh, Massa Bakar Karangan Bunga
VIDEO: Jokowi Setuju KPK Bisa Keluarkan SP3 untuk Hentikan Penyidikan
Alasan Jokowi Cepat Setujui Revisi UU KPK: DIM-nya Kan Hanya 4-5 isu, Cepat Kok

(mdk/ray)