Mengapa Anak di Bawah 6 Tahun Belum Bisa Memperoleh Vaksinasi COVID-19?

Mengapa Anak di Bawah 6 Tahun Belum Bisa Memperoleh Vaksinasi COVID-19?
Saat Superhero Layani Vaksinasi Anak. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
SEHAT | 28 Januari 2022 09:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana

Merdeka.com - Vaksinasi COVID-19 saat ini sudah bisa diberikan pada anak-anak namun belum pada semua usia. Hingga saat ini kelompok usia termuda penerima vaksin COVID-19 adalah 6-11 tahun. Mengapa vaksinasi masih belum diberikan pada anak di bawah usia enam tahun?

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K) mengungkapkan bahwa vaksinasi pada anak memang tidak bisa dilakukan secara bersama-sama dalam semua kategori usia.

"Untuk anak ini kita tidak bisa bersama-sama. Katakan (misalnya) dari umur satu sampai 18 tahun bersama-sama," ujar Sri dalam seminar media bertema IDAI Menjawab Kegalauan Masyarakat tentang Vaksin COVID-19 pada Anak beberapa waktu lalu.

Sri menjelaskan bahwa setiap anak memiliki pertumbuhan yang berbeda pada setiap kelompok usia yang ada. Hal tersebutlah yang kemudian berpengaruh pada pemberian vaksin COVID-19.

Vaksinasi pun diberikan pada kategori usia yang lebih tua terlebih dahulu atau dalam hal ini masuk kategori remaja, karena mereka dianggap memiliki daya tahan yang cukup baik.

"Kita coba berikan dulu pada yang lebih tua karena daya tahannya paling bagus, yaitu remaja. Jadi remaja ini sama dengan dewasa," kata Sri.

Tak hanya itu, dosis yang diberikan pada remaja pun tidak memerlukan perubahan atau pengurangan.

2 dari 2 halaman

Faktor Lainnya

Sri juga mengatakan bahwa penting untuk mengingat faktor-faktor lainnya terkait vaksinasi COVID-19 pada anak usia satu hingga lima tahun.

"Selain itu kita mesti melihat, apa sih keistimewaan tiap kelompok? Misalnya, remaja ini senangnya berkumpul, senangnya berteman, senangnya sama-sama. Jadi kerumunan ini nomor satu. Maka itu kita dahulukan," ujar Sri.

"Sekolah juga bisa dimulai karena mereka bisa segera bisa mengejar pelajaran. Mereka dosis juga tidak kita ubah dari dewasa, jadi hal-hal seperti itu menjadi pertimbangan," tambahnya.

Anak pada rentang usia satu hingga lima tahun dinilai masih dalam pengawasan orangtua. Oleh karena itu, orangtua anak tersebut perlu untuk memperoleh vaksin terlebih dahulu agar herd immunity pada keluarga bisa terbentuk.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hal yang Pantang bagi Anak Sebelum dan Sesudah Vaksinasi COVID-19
5 Organisasi Profesi Medis Meminta Pemerintah Evaluasi Proses PTM 100 Persen
Bolehkah Anak Tetap Divaksinasi COVID-19 ketika Batuk Pilek?
Komnas KIPI: Tidak Benar KIPI Anak Lebih Tinggi dari Dewasa
Orangtua Tak Perlu Panik, Ini Cara Atasi KIPI Vaksin Covid-19 Pada Anak

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami