Tanda penuaan bisa deteksi risiko serangan jantung

SEHAT | 8 November 2012 11:05 Reporter : Kun Sila Ananda

Merdeka.com - Apakah mendeteksi serangan jantung bisa dilihat hanya melalui tanda-tanda penuaan? Sebuah penelitian di American Heart Association menjawab: "Ya."

Penelitian ini menemukan bahwa semakin banyaknya tanda-tanda penuaan bisa digunakan untuk memprediksi meningkatnya risiko penyakit jantung dan serangan jantung, seperti dilansir oleh CBS News (06/11).

"Mengamati tanda-tanda penuaan yang terlihat harus menjadi kebiasaan yang dilakukan dokter pada setiap pemeriksaan fisik," jelas Dr Anne Tybjaerg-Hansen, profesor biokimia klinis di University of Copenhagen di Denmark.

Hasil tersebut didapatkan peneliti setelah mengamati 11.000 orang berusia 40 tahun ke atas yang tergabung dalam Copenhagen Heart Study. Setelah 35 tahun penelitian, ilmuwan mengidentifikasi 3.401 partisipan yang memiliki penyakit jantung dan 1.708 yang mengalami serangan jantung.

Beberapa partisipan memiliki tanda-tanda penuaan seperti kebotakan, menyempitnya area rambut di kepala, kerutan, kumpulan lemak di sekitar bola mata yang disebut xanthelasma.

Tanda-tanda tersebut bisa digunakan untuk memprediksi risiko serangan jantung. Risiko juga berlaku bagi orang yang hanya memiliki salah satu tanda penuaan tersebut. Sementara xanthelasma menunjukkan tanda yang kuat adanya risiko penyakit jantung dan serangan jantung.

Menurut peneliti, orang yang memiliki risiko penyakit jantung paling tinggi adalah yang berusia 70 tahun dan memiliki beberapa tanda penuaan. (mdk/kun)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.