Peristiwa 10 Agustus 1920: Turki Utsmani Tanda Tangani Perjanjian Sevres

Peristiwa 10 Agustus 1920: Turki Utsmani Tanda Tangani Perjanjian Sevres
. ©2022 Merdeka.com/wikipedia.org
SUMUT | 10 Agustus 2022 05:00 Reporter : Muhammad Farih Fanani

Merdeka.com - Peristiwa 10 Agustus 1920 menyimpan sejarah yang panjang. Pada saat itu, tahun 1920, Kesultanan Utsmani yang diwakili oleh wakil Sultan Mehmed, VI menandatangani Perjanjian Sevres. Perjanjian itu berisi tentang pengakuan tentang pembagian wilayah Kesultanan Utsmani setelah Perang Dunia I.

Perang Dunia I menyajikan peristiwa kelam yang terekam sejarah. Pada saat itu banyak korban bergelimpangan dan beberapa negara yang terlibat dalam Perang Dunia I juga harus mengalami kerugian besar. Salah satu wilayah yang juga terpaksa harus mengakui adanya perpecahan di negaranya adalah Kesultanan Utsmani atau Kerajaan Ottoman di Turki melalui Perjanjian Sevres.

Berikut Merdeka.com merangkum penjelasan tentang peristiwa sejarah Perjanjian Sevres yang menyebabkan Kesultanan Utsmani harus mengakui pembagian wilayahnya yang dilansir dari berbagai sumber.

2 dari 5 halaman

Perjanjian Sevres

Perjanjian Sevres adalah salah satu dari berbagai macam serangan Barat yang dirancang oleh sekutu untuk memberikan sanksi kepada BloK Sentral setelah Perang Dunia I. Perjanjian tersebut berisi tentang pembagian wilayah Utsmani yang menjadi awal penyebab kehancuran kesultanan Utsmani.

Hal tersebut merupakan buntut dari kekalahan Turki Utsmani di dalam Perang Dunia I. Perjanjian Sevres ditandatangani pada 10 Agustus 1920 di Sevres, Prancis, yang memecah wilayah Turki Utsmani dan mengesahkan Kesultanan Utsmani hanyalah sebuah negara Asia Kecil di bagian utara.

Perjanjian Sevres tersebut membuat wilayah Kesultanan Utsmani menjadi sangat kecil. Itu tentu merupakan keputusan yang memberatkan Utsmani. Dalam bidang politik, mereka kehilangan wewenang dan pengaruhnya di banyak wilayah.

Kesultanan Turki Utsmani hanya diberikan wilayah Istanbul dan sebagian kecil Anatolia. Selain itu, mereka juga tidak memiliki banyak wewenang, karena diawasi oleh pihak Sekutu.

Perjanjian tersebut rupanya dilakukan oleh sekutu dalam rangka untuk menghancurkan Kesultanan Utsmani yang sudah berdiri cukup lama. Benar saja, Perjanjian Sevres yang berisi tentang pembagian wilayah tersebut diikuti oleh gelombang perlawanan rakyat Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal.

3 dari 5 halaman

Pembagian Wilayah-Wilayah Utsmani

Wilayah Utsmani dibagi-bagi menjadi beberapa bagian. Wilayah yang sebelumnya menjadi satu kesatuan di bawah Kesultanan Utsmani pada 10 Agustus kemudian dipecah-pecah oleh sekutu melalui Perjanjian Sevres.

Prancis mengambil alih Lebanon, Suriah, dan wilayah Anatolia Selatan. Inggris mengambil alih Palestina dan Irak. sementara itu, Italia diberikan Kepulauan Dodecanese dan diberi pengaruh juga di wilayah pesisir Anatolia.

Perjanjian itu juga membuat Selat Dardanella menjadi perairan internasional. Sebelumnya perairan tersebut merupakan wilayah yang ada di bawah kekuasaan Utsmani. Hal ini tentu merugikan Kesultanan Turki Utsmani sebagai sebuah negara yang sebelumnya memiliki kekuatan yang begitu besar.

Selain memperoleh wilayah Turki, Perjanjian Sevres juga merupakan langkah yang dilakukan oleh Sekutu dalam memperoleh sumber daya minyak di negara tersebut. Beberapa wilayah yang baru saja menemukan sumber daya minyak di sekitar wilayah Turki Utsmani mendadak dikuasai oleh sekutu.

4 dari 5 halaman

Dampak Eksternal Perjanjian Sevres

Selain adanya pembagian wilayah Turki Utsmani yang dimonopoli oleh Sekutu. Perjanjian Sevres juga melahirkan dampak lain yang tidak kalah penting untuk dibahas lebih lanjut. Dampak tersebut merupakan konsekuensi dari terpecahnya wilayah Kesultanan Turki Utsmani.

1. Pendirian Negara Hijaz yang lepas dari pengaruh Kesultanan Turki Utsmani. Negara ini kemudian dianeksasi menjadi bagian dari Arab Saudi pada 1932.

2. Pendirian Republik Demokratik Armenia.

3. Pengendalian Sekutu atas Turki Utsmani di bidang keuangan militer.

4. Pendirian Suriah sari penjajahan Perancis bersama dengan beberapa bagian Anatolia.

5. Yunani mencaplok daerah Izmir. Akan tetapi kemudian wilayah ini menjadi bagian dari Turki 1923.

5 dari 5 halaman

Dampak Internal Perjanjian Sevres

Selain dampak yang terjadi di ruang eksternal, dampak dari Perjanjian Sevres juga mengakibatkan kekacauan di dalam negeri sendiri. Terutama karena perjanjian itu dianggap sebagai sebuah perjanjian yang merugikan Turki Utsmani secara politik.

Tokoh besar Turki saat itu, yaitu Mustafa Kemal beserta dengan Gerakan Nasionalis Turki tidak bisa menerima Perjanjian Sevres. Ia menyebutkan bahwa perjanjian tersebut bukanlah perjanjian damai, akan tetapi deklarasi untuk melanjutkan peperangan. Mereka kemudian mendirikan pemerintahan sendiri di Ankara, sehingga hal ini menimbulkan kekacauan yang semakin menjadi-jadi.

Mustafa Kemal menentang perjanjian dengan melakukan gerakan perlawanan atau perang Kemerdekaan Turki. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Mustafa Kemal yaitu dengan melakukan diplomasi dan kerjasama dengan beberapa negara Sekutu seperti Rusia, Italia, dan Prancis. Hal itu dilakukan oleh Mustafa Kemal dalam rangka untuk mengurangi tekanan terhadap perang kemerdekaan.

Mustafa Kemal melakukan berbagai cara, seperti diplomasi tersebut dalam rangka untuk menunjukkan bahwa pemerintahan yang ia dirikan di Ankara jauh lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dengan Kesultanan Utsmani. Secara tidak langsung, Perjanjian Sevres berhasil membuat nama Mustafa Kemal semakin besar. Bahkan ia kemudian mendeklarasikan diri sebagai presiden pertama Republik Turki dan menghapuskan Kesultanan Utsmani.

(mdk/mff)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini