Lulusan S1 Pilih Jadi Penjual Bakso, Diremehkan Saudara Kini Jadi Pengusaha Sukses

Lulusan S1 Pilih Jadi Penjual Bakso, Diremehkan Saudara Kini Jadi Pengusaha Sukses
Kisah Pengusaha Bakso Sukses. Youtube/money fighter ©2022 Merdeka.com
TRENDING | 19 Mei 2022 13:48 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Usai lulus menjadi seorang sarjana, kebanyakan orang biasanya akan memilih untuk terus bekerja sebagai pegawai kantoran dengan penampilan rapi.

Namun, hal berbeda justru dipilih oleh pria bernama Shata Diva. Sempat memiliki pekerjaan mapan sebagai pegawai bank, ia justru lebih memilih untuk resign untuk berjualan bakso.

Sempat diremehkan oleh lingkungan dan saudara, ia berhasil membuktikan bahwa pilihannya untuk memilih berjualan adalah sesuatu yang tepat. Simak ulasannya:

2 dari 4 halaman

Sarjana Pilih Resign Dari Kerjaan dan Jualan Bakso

Melalui video di kanal Youtube money fighter, Shata Diva menceritakan perjalanannya membuka usaha produksi cilok dan bakso. Memulai bisnisnya enam tahun lalu tepatnya pada tahun 2016, Shata berhasil membawa bisnisnya itu terus berkembang.

Sebelum memulai bisnis tersebut, Shata menyebut jika dirinya sebelumnya sempat bekerja di sebuah bank syariah sebagai karyawan tetap. Bisa dibilang, kehidupannya dulu sebenarnya sudah cukup stabil dengan pekerjaannya saat itu.

Namun, ia justru memutuskan resign dari pekerjaannya dan memilih untuk memulai usaha berjualan bakso. Perlahan, Shata pun terus mengembangkan bisnisnya itu hingga saat ini.

kisah pengusaha bakso sukses
Youtube/money fighter ©2022 Merdeka.com

Baca juga:
Petugas PLN Banting Setir Jualan Donat, Omzetnya Luar Biasa Capai Ratusan Juta Rupiah
Terlihat Gubuk & Kumuh dari Luar, Tak Disangka Rumah Kakek Ini Dalamnya Bikin Betah
Kenangan Eks Pemain Timnas Digembleng ala TNI Sampai Mau Nangis, Hasilnya Raih Emas


3 dari 4 halaman

Diremehkan

kisah pengusaha bakso sukses
Youtube/money fighter ©2022 Merdeka.com

Keputusannya untuk resign dan memilih membuka usaha sendiri ternyata tak mendapat respon baik dari orang-orang di sekelilingnya. Ketika menyebut akan memulai bisnis jualan cilok dan bakso, Shata justru kerap diremehkan.

"Awal saya direndahkan itu pada saat saya memutuskan resign dari kerjaan saya di perbankan. Karena dulu saya sudah karyawan tetap sudah punya tunjangan, gaji tetap, ya tentu image nya lebih bagus lah karena kita kerja itu rapih kan," kata Shata.

"Begitu saya resign putuskan usaha cilok yang hujatan itu mulai datang bahkan dari saudara sendiri. Dia bilang 'Loh kok seorang sarjana mau sih jualan cilok' gitu," tambahnya.

Baca juga:
Dulu Kerja di Toko, 5 Kali Gagal Berkat Kerja Keras Pria Ini Lulus Jadi Prajurit TNI
Potret Lawas Pengungsi Yahudi Tiba di Palestina, Ironi Air Susu Dibalas Air Tuba
Emak-Emak ini Ngamuk Suaminya Kepergok Bernyanyi di Panggung dengan Seorang Biduan



4 dari 4 halaman

Buktikan Usahanya Sukses

Setelah diremehkan, Shata pun mengaku bertekad akan berusaha keras membuat bisnisnya besar dan sukses. Setelah kurang lebih enam tahun berjalan, saat ini Shata sudah memiliki sekitar 700 unit boad cilok dan bakso dari brand miliknya yang tersebar di seluruh Jabodetabek.

Di awal usahanya, Shata menyebut dirinya hanya bisa menghabiskan 2 kilo saja adonan cilok dan bakso. Namun kini, setiap harinya rumah produksinya bisa menghabiskan sampai 600 kilo adonan per hari.

kisah pengusaha bakso sukses
Youtube/money fighter ©2022 Merdeka.com

"Awal itu kita dari 2 kilo lalu naik ke 5 kilo lalu naik ke 16 kilo, naik lagi 30 kilo sampai sekarang alhamdulillah sudah lebih dari 450 kilo sehari. Bahkan kalau ada permintaan yang melonjak kita bisa sampai 600 kilo sehari," ungkapnya.

Dalam video, Shata menyebut jika keputusannya untuk lebih memilih membuka usaha sendiri adalah hal yang sangat tepat. Sebab, dengan cara itu ia menyebut bisa lebih banyak membantu orang lain.

Baca juga:
Duduk Persoalan Ratu Kecantikan Estonia Hina Polisi di Bali Berujung Minta Maaf
Canda Ala Jenderal Polri, Sebut Sahabatnya Ini Berwajah Preman dan Sangar
Jelang Pelantikan, Panglima TNI Panggil Orangtua Taruna Akmil Ke Podium 'Horas'



Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami