Murka ke Pemuda Pancasila, Ini Sosok Kapolres Jakpus Kombes Hengki Penangkap Hercules

Murka ke Pemuda Pancasila, Ini Sosok Kapolres Jakpus Kombes Hengki Penangkap Hercules
Ricuh Pemuda Pancasila. ©Instagram/journalis_indonesia
TRENDING | 26 November 2021 10:32 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi, murka setelah mengetahui bahwa salah satu anggotanya menjadi korban pengeroyokan oleh Pemuda Pancasila (PP). AKBP Dermawan Karosekali, dihujani pukulan oleh massa PP saat sedang bertugas mengawal aksi di depan kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis kemarin.

Akibatnya, ia pun mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Mendengar anggotanya terluka, Hengki pun sangat marah. Ia mengancam akan mengejar pelaku pengeroyokan jika mereka tak segera menyerahkan diri. Sontak, sosok Kapolres Jakarta Pusat itupun mendadak langsung jadi sorotan.

Tak banyak yang tahu, Hengki sendiri merupakan anggota polisi yang ahli dalam bidang reserse. Ia bahkan diketahui pernah menaklukkan mantan preman Tanah Abang, Hercules bersama 49 anak buahnya sekaligus. Simak ulasan selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Polisi Jadi Korban Pengeroyokan Pemuda Pancasila

Unjuk rasa ormas Pemuda Pancasila di depan komples parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/11) kemarin, berakhir ricuh. Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali, bahkan menjadi korban pengeroyokan oleh massa aksi.

AKBP Dermawan yang sedang bertugas mengamankan jalannya aksi, tiba-tiba dihampiri oleh sejumlah anggota Pemuda Pancasila (PP). Ia bahkan sempat dikejar oleh beberapa orang. Usai tertangkap, AKBP Dermawan pun langsung dihujani pukulan bertubi-tubi. Akibatnya, ia mengalami luka di bagian kepala.

"Bukan (dibacok), dipukul bagian kepala belakang sampai mengeluarkan darah. Hasil visumnya seperti itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat.

3 dari 5 halaman

Kapolres Jakpus Murka

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi pun murka setelah tahu anak buahnya dikeroyok. Di atas mobil komando milik massa aksi Pemuda Pancasila (PP), ia mengultimatum anggota PP yang melakukan pemukulan untuk menyerahkan diri. Demikian juga dengan anggota ormas PP yang mengetahui kejadian pemukulan itu.

"Saya minta tadi saksi yang lihat menyerahkan (diri) atau akan kami kejar. Hukum harus ditegakkan," kata dia, Kamis (25/11).

Hengki menyayangkan tindakan brutal para anggota PP karena mengeroyok polisi yang bertugas mengamankan aksi. Hengki mengatakan, koordinator aksi harus bertanggung jawab atas kericuhan yang terjadi.

"Perwira menengah dikeroyok. Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan (diri)," terang dia.

4 dari 5 halaman

21 Anggota Ormas Diamankan

Tak lama setelah kejadian itu, polisi pun langsung mengamankan 21 anggota Pemuda Pancasila yang terlibat aksi. 15 diantaranya diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam.

"Terhadap 15 tersangka akan dilakukan tindakan hukum. 15 tersangka akan diperiksa lanjutan dan ditahan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, Kamis (25/11) malam.

Zulpan mengatakan, membawa senjata tajam saat demo tidak dibenarkan. Zulpan memastikan mengusut tuntas kasus tersebut. Termasuk terhadap para anggota Pemuda Pancasila diduga terlibat pengeroyokan dan membawa senjata tajam diproses hukum.

5 dari 5 halaman

Sosok Kombes Pol Hengki Haryadi

kombes hengki haryadi
©2018 Merdeka.com

Setelah peristiwa itu, sikap tegas Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi pun langsung jadi sorotan. Belum banyak yang tahu, sepak terjang Hengki dalam mengurus tindak kriminal dan premanisme memang sudah tak perlu diragukan lagi.

Sosok Hengki juga sempat menjadi sorotan setelah ia berhasil menangkap mantan preman Tanah Abang, Hercules. Pada tahun 2013 lalu, saat Hengki mengemban amanah sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat ia berhasil melumpuhkan Hercules bersama 49 anak buahnya sekaligus.

Seolah tak merasa takut, Hengki bahkan disebut sempat membentak Hercules agar tak berlagak seperti jagoan.

"Kamu tidak usah jadi jagoan! Saya tangkap kamu! Kamu ikut kami ke Polres," kata Hengki pada Hercules tahun 2013 silam.

Sebelum menjabat sebagai Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hengki sempat menduduki jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat. Selama menjabat, Hengki pun banyak menorehkan prestasi.

Mulai dari mengatasi premanisme hingga membongkar jaringan narkoba internasional bersama penegak hukum narkoba dari Negeri Paman Sam, yaitu Drug Enforcement Administration (DEA). Bisa dibilang, Hengki merupakan polisi yang berpengalaman dalam satuan reserse.

(mdk/khu)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami