2014 Prabowo 'Bingung' TPID, 2019 Terulang soal Unicorn
UANG | 19 Februari 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Joko Widodo ( Jokowi) dan Prabowo Subianto kembali berduel dalam debat capres 2019 yang berlangsung pada 17 Februari 2019. Sebelumnya Jokowi dan Prabowo pernah bertemu dalam debat capres 2014 silam. Pada debat capres 2014, Prabowo tidak memahami maksud pertanyaan Jokowi soal singkatan dari TPID. Dan sekarang ramai soal unicorn.

Saat debat capres 2019, hal tersebut juga kembali terulang. Saat Jokowi bertanya mengenai startup unicorn, Prabowo saat itu terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan Jokowi terkait unicorn.

Sebagai pengingat, saat debat capres 2014 Capres Jokowi menanyakan tentang bagaimana meningkatkan peran TPID di daerah. Pertanyaan Jokowi ini ternyata sempat membuat bingung Prabowo karena tidak tahu singkatan TPID.

"Saya ingin bertanya, bagaimana cara meningkatkan peran peran TPID?," tanya Jokowi saat debat Pilpres 2014.

Pertanyaan Jokowi ini ternyata sempat membuat bingung Prabowo karena tidak tahu singkatan TPID.

"Singkatan TPID itu apa?" tanya Prabowo.

Jokowi lantas menjelaskan singkatan TPID. "TPID adalah Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah," kata Jokowi.

Prabowo kemudian mengakui tidak hafal semua singkatan. "Saya tidak menguasai setiap singkatan," ujarnya.

Lantas Prabowo menjawab bahwa fungsi TPID itu akan dikembalikan ke kepala daerah. Dalam menjawab pertanyaan tentang peningkatan peran TPID, Prabowo tidak menjawab panjang. Hanya singkat.

"Kalau itu fungsi dari pemerintahan, itu adalah tugas seorang kepala daerah untuk meningkatkan perannya. Itu kan tim pengendalian, kalau ditingkatkan perannya itu ya fungsi manajemen kepala daerah masing-masing," jawaban singkat Prabowo.

Terulang saat debat capres 2019

Pertanyaan Jokowi yang kurang dipahami Prabowo kembali terulang saat debat capres 2019 yang dilaksanakan pada Minggu, 17 Februari 2019 lalu. Saat itu,Jokowi mengajukan pertanyaan kepada Prabowo Subianto mengenai insfrastruktur apa yang akan dibangun untuk dukungan membangun unicorn di Indonesia.

Namun usai menanyakan hal itu, nampaknya kurang dipahami oleh Prabowo mengenai maksud Jokowi. "Unicorn, apa yang dimaksud unicorn?," tanya balik Prabowo. "Apa itu unicorn, yang online-online itu?" tanya Prabowo. Jokowi saat itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

Meski tak begitu paham, namun Prabowo tetap menanggapi pertanyaan Jokowi tersebut. Prabowo pun menjelaskan, mereka perlu difasilitasi dan mengurangi regulasi. Karena mereka sedang giat giatnya berkembang.

"Saya dukung segala upaya untuk memperlancar, mereka juga kesulitan, dalam arti merasa ada tambahan tambahan regulasi, mereka ditambah pajak dalam perdagangan online. Mereka juga mengeluh. Saya menyambut baik dinamika perkembangan bisnis seperti itu, ini luar biasa pesatnya dan ini memungkinkan peluang luar biasa, jadi saya dukung hal seperti itu," kata Prabowo dalam debat capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Jokowi pun memberi tanggapan lagi, dalam rangka memberikan dorongan kepada unicorn Indonesia. Di Asia, ada tujuh unicorn dan empatnya ada di Indonesia. Pemerintah, ingin ada tambahan tambahan unicorn, start up baru yang ada di Indonesia. "Kita menyiapkan program 1.000 start up baru yang link-kan dengan inkubator inkubator di global, agar mereka mempunyai akses supaya inovasi mereka bisa dikembangkan di negara negara lain," kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, dalam rangka infrastruktur dan dukung unicorn ini, pemerintah membangun infrastruktur Palapa Ring. Di Indonesia bagian barat 100 persen selesai, Indonesia bagian tengah 100 persen selesai, dan Indonesia bagian timur 90 selesai dan nanti pada Juli 100 persen selesai.

"Kedua, sisten 4G, akan kita teruskan, sekarang baru mencapai 74 persen. Insya Allah sampai akhir tahun ini akan bisa tersambung. Ketiga, kita dorong supaya bisa songsong reformasi industri 4.0 lewat inkubasi yang kita siapkan," kata Jokowi.

Reaksi kubu Prabowo dan Jokowi

Usai debat, unicorn menjadi ramai di media sosial. Terlebih kebingunggan Prabowo untuk menjawab pertanyaan Jokowi soal unicorn. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membela Prabowo. Menurutnya, bukan kesalahan besar jika Prabowo tak terlalu paham istilah unicorn.

"Rakyat juga banyak tak paham unicorn, tahunya popcorn," canda Fadli Zon, Senin (18/2).

Sementara itu Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai pengucapan Jokowi tidak benar. Maka itu ketika menjawab, Prabowo langsung memastikan ulang. Hal itu salah satunya supaya menanyakan ulang apakah Jokowi mengerti istilah yang dibicarakan.

"Kita tahu mohon maaf ya, Pak Jokowi kan bahasa Inggrisnya masih blepotan, jadi kita ingin memastikan ini unicorn pakai R apa unicorn tanpa R, itu kan ditanya online-online itu itu?" ujar Riza.

Kubu Jokowi juga bereaksi, Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Ipang Wahid menilai adalah hal fatal jika tidak mengenal istilah tersebut di era ekonomi digital. Apalagi, jawaban Prabowo atas pertanyaan Jokowi tentang unicorn menurut Ipang di luar konteks.

Padahal, dari tujuh unicorn dari Asia Tenggara, empat di antaranya berasal dari Indonesia yakni, GO-JEK, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. "Ketidakpahaman Pak Prabowo terhadap unicorn membuat saya khawatir, jangan-jangan beliau tidak paham perkembangan ekonomi digital. Ini fatal. Untuk memimpin negara sebesar Indonesia, pemahaman terhadap industri baru seperti ekonomi kreatif dan revolusi industri 4.0 sangat penting karena ini terkait ekonomi nasional sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja," kata Ipang.

Baca juga:
Momen Lucu dan Sepele di Debat Capres Jokowi vs Prabowo Jadi Sorotan
Jokowi Singgung Lahan Bikin Prabowo Tak Nyaman Hingga Terjebak Narasi Dalam Debat
Greenpeace Beberkan 11 Perusahaan Pembakar Hutan Belum Bayar Denda Rp 18 T
BPN Harap Ma'ruf Amin Tak Hanya Laporkan Program Kerja Jokowi di Debat Cawapres
Demokrat Tak Tahu Kenapa Luhut Ikut Marah Saat BPN Protes di Debat Capres
TKN Jelaskan Penyebab Ketegangan Saat Jeda Debat Capres yang Bikin Luhut Turun Tangan

(mdk/has)