Menperin Agus dan Pelaku Industri Komitmen Genjot Sektor Manufaktur

Menperin Agus dan Pelaku Industri Komitmen Genjot Sektor Manufaktur
UANG | 25 Mei 2020 13:53 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar halal bihalal secara virtual dalam suasana Idul Fitri. Silaturahmi yang bertajuk 'Virtual Open House bersama Menteri Perindustrian' ini dilakukan bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, asosiasi industri, para pelaku industri serta jajaran pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Perindustrian.

"Kepada para pejabat di lingkungan Kemenperin, serta para pelaku usaha di bidang industri manufaktur, saya bersama keluarga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Semoga hikmat hari raya ini memberikan kekuatan dan semangat bagi kita untuk bekerja lebih baik ke depan," kata Menperin Agus di Jakarta, Senin (25/5).

Dalam kesempatan itu, dia mengajak para pejabat di lingkungan Kemenperin serta para stakeholder untuk menjadikan semangat hari kemenangan ini untuk saling mendukung, menguatkan serta saling mengisi, dalam menghadapi masalah Covid-19.

"Tentu di dalam menghadapi masalah besar yakni Covid-19 diperlukan kebersamaan kita untuk memikirkan bagaimana agar ekonomi kita tidak terpuruk," ungkapnya.

Dia menyampaikan, melalui berbagai kebijakan dan regulasi, Kemenperin terus mendorong agar industri manufaktur tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku industri pun akan mendorong pembangunan industri di Tanah Air.

"Pada kesempatan ini juga, kami dari Kemenperin memohon maaf apabila masih banyak pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan. Namun kami sedang bekerja serius untuk menyelesaikannya," paparnya.

Para pelaku industri pun mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Kemenperin dalam mendukung para pelaku industri bisa tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, salah satunya terkait Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman sangat mengapresiasi upaya Kemenperin dengan mengeluarkan IOMKI, sehingga industri yang memproduksi kebutuhan primer seperti sektor industri makanan dan minuman (mamin) masih bisa beroperasi dan berkontribusi pada perekonomian selama dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Dalam suasana hari yang fitri ini, tentunya semua pelaku industri, khususnya industri mamin sangat mengapresiasi seluruh jajaran Kemenperin, karena selama Covid-19 ini, ternyata dukungan Kemenperin yang paling kami rasakan bagi kontribusi untuk pembangunan ekonomi kita," terangnya.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, juga mengungkapkan hal senada. Dia berpendapat, Kemenperin selaku pembina industri selalu mendukung, komunikatif dan sangat membantu para pelaku industri selama terjadi pandemi Covid-19.

"Di saat-saat seperti ini, kehadiran negara sangat tepat bagi kita semua, semoga kerjasama ini bisa memberikan asas manfaat untuk masyarakat Indonesia," jelasnya.

Sementara, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar menyampaikan, organisasi yang dipimpinnya akan senantiasa mengawal upaya Kemenperin agar industri tetap produktif selama pandemi Covid-19 masih ada. Upaya tersebut terutama melalui pengawalan IOMKI yang dilakukan tim pemantau HKI selama PSBB.

"Dari beberapa pertemuan antara Kemenperin dan pengurus HKI, banyak yang bisa dikerja samakan dan semuanya siap untuk membantu dan bekerjasama," ujarnya.

Sebagai gambaran saja, Pada 2019, ekspor sektor industri mencapai USD 126,57 miliar, menyumbang 75,5 persen dari total ekspor Indonesia. Sektor yang memberikan sumbangsih paling besar terhadap capaian nilai ekspor tersebut antara lain industri makanan (21,46 persen), logam dasar (13,72 persen), bahan kimia dan barang dari bahan kimia (10 persen), industri pakaian (6,56 persen) serta industri kertas dan barang dari kertas (5,74 persen).

Kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB) total di tahun 2019 mencapai 17,58 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor industri masih terus konsisten memberikan kontribusi terbesar pada perekonomian nasional. (mdk/azz)

Baca juga:
Industri Manufaktur RI Butuh Investasi dan Restrukturisasi Untuk Memulai Kembali
Saran Grant Thornton ke Pelaku Industri Otomotif yang Terpukul akibat Pandemi
Otomatisasi Robot Solusi Tingkatkan Industri Manufaktur RI di Tengah Kemerosotan
Pasar Truk 'Ambyar', Hino Indonesia Stop Produksi hingga 5 Juni
Suzuki Indonesia Perpanjang Penghentian Operasi Pabrik hingga 22 Mei
Kemenperin Susun Strategi Dongkrak PMI Manufaktur yang Jatuh Akibat Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5