Meski Ada IA-CEPA, RI Tak Bebaskan Bea Masuk Beras dan Minuman Alkohol Asal Australia

Meski Ada IA-CEPA, RI Tak Bebaskan Bea Masuk Beras dan Minuman Alkohol Asal Australia
UANG | 10 Juli 2020 19:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia dan Australia memberlakukan Perjanjian Kemitraan Komprehensif Bidang Ekonomi atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) per 5 Juli 2020 lalu.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, pemerintah RI memang masih belum menihilkan tarif bea masuk untuk beberapa produk yang selama ini sensitif bagi Indonesia, semisal beras dan minuman beralkohol.

"Selain itu bagi produk yang sangat sensitif seperti beras dan minuman beralkohol tidak dikomitmenkan," ujar Mendag Agus dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/7).

Mendag Agus juga menyatakan, pemerintah RI tetap berkomitmen untuk tidak memberi keringanan kepada beberapa produk lainnya yang sensitif. Hal itu tetap dijaga ketika perjanjian IA-CEPA ini memiliki mekanisme tariff rate quota, di mana komoditas dalam jumlah tertentu akan diberi preferensi tarif.

"Namun jika jumlahnya sudah cukup atau melebihi kuota maka tarif yang dikenakan adalah tarif non preferensi," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Porsi 100 persen pembebasan tarif yang diterima Indonesia seakan menandakan bahwa NKRI bisa mengekspor lebih banyak barang ketimbang Australia. Tapi jangan salah, Indonesia masih tetap memberikan lebih banyak kelonggaran untuk produk Australia.

Sebagai perbandingan, Australia menetapkan bea masuk nol persen untuk seluruh produk Indonesia pada 6.474 pos. Sebaliknya, Indonesia membebaskan 94,6 persen barang impor Australia dari 10.813 pos. Dengan begitu, Australia masih dapat mengirimkan 4.339 produk lebih banyak ke Indonesia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Baca juga:
Wamendag Ingin Penyelesaian IEU CEPA Dipercepat
Jokowi Harap IA-CEPA Perkuat Ekonomi Indonesia-Australia
Presiden Jokowi Bertolak ke Australia, Salah Satu Agenda Bahas Perjanjian Dagang
Wamendag: Indonesia-Turki Sepakati Percepatan Penyelesaian Perundingan IT-CEPA
Strategi Kemendag Agar Perdagangan Indonesia Tetap Meroket
Kemenko Perekonomian: Jangan Lihat Perjanjian Perdagangan Bebas sebagai Ancaman
Kemendag: Lewat RCEP Peluang Indonesia jadi Negara Maju Semakin Besar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami