Presiden Jokowi tak mau bisnis mebel dan furnitur kalah dari Vietnam

UANG | 12 Maret 2015 15:18 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Pengusaha-pengusaha furnitur dari pelosok nusantara menghadiri pameran tahunan bertajuk Indonesia Internasional Furniture Expo (IFEX) 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran yang berlangsung dari tanggal 12 Maret hingga 15 Maret itu dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Jokowi hadir setelah membuka Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) di Jakarta Convention Centre (JCC). Dalam sambutannya, Jokowi meminta Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) untuk meningkatkan ekspor mebel dan furnitur.

"Saya hanya ingin mengingatkan Menperin dan Mendag, dan Ketua AMKRI, karena sudah membandingkan dengan Vietnam yang hampir USD 6 miliar, dan kita baru USD 2 miliar, target USD 5 miliar dalam lima tahun ke depan harus dipegang betul," kata Jokowi di Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/3).

Jokowi yang memiliki latar belakang pengusaha mebel, tak ingin Indonesia kalah dari negara lain. Indonesia diyakini masih memiliki potensi besar menggenjot ekspor ke depannya.

"Caranya seperti apa, silakan bertemu untuk mencapai USD 5 miliar dalam lima tahun ke depan. Itu bukan target yang main-main, dan harus tercapai," tegasnya.

Di tempat sama, Ketua AMKRI Sunoto Furnitur adalah bisnis yang dapat menyerap 400.000 tenaga kerja. Dia yakin pelaku bisnis furnitur lokal bisa menggenjot ekspor.

"Negara tetangga kita hanya memiliki luas seperenam dan jumlah penduduk sepertiga dari Indonesia, tapi ekspornya sampai USD 6 miliar, negeri itu adalah vietnam," kata Sunoto.

(mdk/noe)