CEK FAKTA: Tidak Benar Ada Pendaftaran Vaksin Nusantara

CEK FAKTA: Tidak Benar Ada Pendaftaran Vaksin Nusantara
Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS
CEK-FAKTA | 16 September 2021 13:15 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Beredar informasi pendaftaran vaksin Nusantara di aplikasi pesan WhatsApp. Pesan itu berisi bahwa masyarakat yang berminat mendaftar untuk mendapatkan vaksin Nusantara dapat mengirimkan data diri ke nomor WhatsApp yang tertera.

Disebutkan pelaksanaan vaksin bisa dilakukan pada Desember 2021 secara massal diseluruh Puskesmas di Indonesia dan gratis tanpa dipungut biaya.

Pesan itu juga mengklaim bahwa vaksin Nusantara ampuh 100 persen menghancurkan semua jenis virus Corona dengan memiliki tingkat efikasi dan efektivitas sebesar 100 persen.

tidak benar ada pendaftaran vaksin nusantara
Liputan6.com

Penelusuran

Dilansir dari Liputan6.com, mantan Menteri Kesehatan dan sekaligus yang menggagas vaksin Nusantara, Terawan Agus Putranto mengatakan, informasi terkait pendaftaran penerima vaksin Nusantara tersebut tidak benar.

Terawan menjelaskan sampai saat ini pihaknya belum melakukan pembukaan program penyuntikan vaksin Nusantara.

"Saya belum membuka pendaftaran," kata Terawan.

Sementara itu, terkait klaim vaksin Nusantara ampuh 100 persen hancurkan semua jenis virus Corona, pernah dibahas dalam artikel cek fakta merdeka.com berjudul "CEK FAKTA: Vaksin Nusantara Disebut Ampuh Bagi Semua Jenis Virus Corona, Cek Faktanya". Dijelaskan sejumlah ahli, menunjukkan, bahwa klaim tersebut tidak memiliki basis ilmiah sesuai prosedur pembuatan vaksin.

Menurut ahli Biologi Molekuler Ahmad Utomo, vaksin Nusantara belum melakukan uji klinis tahap 3. Sehingga klaim bahwa vaksin Nusantara dapat ampuh hancurkan semua jenis virus Corona dengan efikasi dan efektivitas 100 persen tidak memiliki rujukan data ilmiah.

"Itu omong kosong karena sama sekali tidak ada bukti uji klinis tahap 3," kata Ahmad Utomo dilansir dari Tempo.co

Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Satari, juga menjelaskan bahwa uji klinis vaksin Nusantara hanya pada tahap 1 yang hanya menjangkau puluhan orang.

Vaksin tersebut belum sampai pada uji klinis fase 2 yang melibatkan seratus orang dan fase 3 terhadap ribuan orang. Hingga saat ini dia belum mengetahui publikasi atas klaim bahwa vaksin Nusantara ampun 100 persen melawan semua virus Corona, dan aman bagi mereka yang memiliki komorbid, anak dan ibu hamil.

"Jadi terlalu dini klaim tersebut," kata dia.

Kesimpulan

Informasi pendaftaran penerima vaksin Nusantara adalah tidak benar. Faktanya,penggagas vaksin Nusantara, Terawan Agus Putranto mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pembukaan program penyuntikan vaksin Nusantara.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Referensi

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4658275/cek-fakta-tidak-benar-informasi-pendaftaran-penerima-vaksin-nusantara

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami