Keseruan Sedekah Laut di Tuban, Tumpeng dan Kepala Kerbau Diarak Keliling Kampung

Keseruan Sedekah Laut di Tuban, Tumpeng dan Kepala Kerbau Diarak Keliling Kampung
Sedekah laut Karangsari Tuban. ©2021 Merdeka.com/tubankab.go.id
JATIM | 13 Juni 2021 11:00 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Tuban sebagai daerah pesisir memiliki potensi yang tak kalah dengan daerah lain. Para nelayan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki tradisi unik berupa sedekah laut. Tradisi itu sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang dan dilaksanakan secara turun-temurun.

Salah satu daya tarik tradisi ini ialah kapal-kapal kecil yang dilarungkan ke tengah laut. Selain itu, yang paling ditunggu-tunggu ialah saat puluhan perahu dengan hiasan bendera berlayar bersama mengawal pelarungan sesaji yang disediakan masyarakat.

2 dari 3 halaman

Bentuk Syukur

Sedekah laut dengan melarung sesaji itu merupakan ungkapan rasa syukur para nelayan terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena tangkapan ikan yang melimpah.

Tradisi yang masih eksis sampai sekarang itu merupakan warisan Mbah Kyai Mancung, sesepuh adat setempat. Selain sebagai ekspresi rasa syukur, tradisi tahunan itu juga bertujuan untuk menolak bala dan menghormati para leluhur. Tradisi ini biasanya digelar pada Rabu Pon, bulan Rajab dalam penanggalan Jawa.

3 dari 3 halaman

Berlangsung Meriah

sedekah laut karangsari tuban©2021 Merdeka.com/tubankab.go.id

Pada pelaksanaannya, ratusan masyarakat Kelurahan Karangsari menggelar kirab tumpeng, sesaji, dan kepala kerbau keliling kampung. Selama proses kirab berlangsung akan diiringi dengan musik tongklek khas Tuban. Setelah kirab selesai, acara dilanjutkan dengan larung sesaji ke tengah laut yang diikuti seluruh warga sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat kepala sapi yang ditancapkan pada batang pohon kelapa. Warga biasa menyebut kepala sapi itu sebagai Mbah Manyung.

Sementara itu, sesaji yang dilarung ke tengah laut berisi ayam panggang, nasi, dan hasil laut yang disebut Bekakak, seperti dikutip dari Majalah Derap Desa, Edisi 133, November 2018. Bekakak biasanya terdiri dari telur, kacang hijau, kacang tanah, lawe, sisir, cermin kecil, pisang, cabai, terasi, micin dan bumbu lengkap, gula, kelapa, bunga, dan nasi tumpeng kecil.

Selain sebagai bentuk uri-uri tradisi leluhur, acara tersebut juga menjadi perekat silaturagmi antarkeluarga nelayan.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami