KKB Serang Warga di Nduga, Moeldoko: Negara Tak Tolerir Siapapun Penyebar Teror

KKB Serang Warga di Nduga, Moeldoko: Negara Tak Tolerir Siapapun Penyebar Teror
Senjata OPM. ©2018 istimewa
NEWS | 19 Juli 2022 17:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan pemerintah mengutuk keras aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyerang warga sipil di kampung Nogolait Kabupaten Nduga Papua beberapa hari lalu. Dia memastikan, bahwa pemerintah bergerak cepat untuk menangkap dan memproses hukum pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut.

KKB Papua kembali melakukan penyerangan terhadap masyarakat sipil, di kabupaten Nduga Papua, Sabtu 16 Juli 2022. Aksi keji ini menyebabkan 11 orang meninggal dunia, yang di antaranya adalah tokoh agama.

"Negara tidak pernah menolerir siapapun yang berupaya menyebar teror, mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat, apalagi sampai menimbulkan korban meninggal dunia," jelas Moeldoko dikutip dari siaran persnya, Selasa (19/7).

Dia menilai aksi tersebut perbuatan kejam dan tidak berperikemanusiaan, karena menyerang warga yang sama sekali tidak berdaya. Terlebih, ada tokoh agama yang ikut menjadi korban dalam penyerangan tersebut.

"Apalagi ada tokoh agama yang ikut menjadi korban. Secara pribadi saya menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini," tegas Moeldoko.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam terhadap korban penyerangan kelompok bersenjata di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

"PGI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas jatuhnya 10 orang korban dan 2 orang kritis, termasuk Pendeta Eliaser Baner, Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia," kata Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian PGI Henrek Lokra, Senin (18/7).

Henrek menyebutkan 10 korban tersebut diduga meninggal akibat penembakan oleh kelompok bersenjata di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga Papua. Menurut dia, peristiwa tersebut menambah jumlah korban dari sekian banyak peristiwa pembunuhan yang terjadi di Papua.

Oleh karena itu, dia meminta Pemerintah membentuk tim investigasi independen untuk melakukan investigasi komprehensif terhadap kejadian pembunuhan masyarakat sipil di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua.

"Kami mendorong gereja-gereja di Tanah Papua untuk terus melakukan upaya kemanusiaan, sebagaimana perlu, untuk masyarakat di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, dan di sekitarnya," katanya.

Selain itu, ia juga berharap TNI/Polri melakukan upaya pencegahan atas kemungkinan terjadinya peristiwa serupa serta menciptakan masyarakat yang damai dengan pendekatan kultural.

"Kami mendorong koalisi kemanusiaan untuk terus melakukan upaya sebagaimana diperlukan dalam rangka mengungkapkan fakta dan advokasi kemanusiaan di Tanah Papua ke depannya," ujar Henrek.

Reporter: Lizsa Egeham (mdk/ray)

Baca juga:
VIDEO: Serangan Brutal KKB Pimpinan Egianus Kogoya, Tewaskan 10 Orang Warga di Papua
Bupati Selayar Jemput 3 Jenazah Korban KKB dan Siapkan Pemakaman
Ustaz Daeng dan Pendeta Eliaser Korban Penembakan Saat Melerai Penganiayaan KKB
Dimakamkan di Kampung Halaman, 8 Korban KKB di Nduga Diterbangkan Melalui Timika
Polisi Ungkap Kegiatan Pendeta Eliaser Baye Sebelum Tewas Dibunuh KKB di Nduga

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini