Mundur jadi Staf Khusus Presiden, Ini 5 Fakta Belva Devara

Mundur jadi Staf Khusus Presiden, Ini 5 Fakta Belva Devara
Fakta-Fakta Belva Devara. Instagram/@belvadevara ©2020 Merdeka.com
TRENDING | 22 April 2020 11:33 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Berita mengejutkan datang dari CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara yang baru saja mengundurkan diri dari posisinya sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Belva melalui surat terbuka di akun Instagram pribadinya, @belvadevara pada Selasa, (21/4) kemarin.

Keputusan Belva untuk mundur tentu cukup mengejutkan banyak publik. Namun, ia mengaku memiliki alasan tersendiri. Sejak terpilihnya Belva sebagai salah satu tokoh milenial dalam staf khusus presiden, sosoknya ramai menjadi perbincangan. Berikut beberapa fakta dari Belva Devara:

2 dari 8 halaman

Lulusan 2 Kampus Terbaik di Dunia

fakta fakta belva devara

Instagram/@belvadevara 2020 Merdeka.com

Belva Devara berhasil menyelesaikan pendidikannya di dua Universitas ternama di dunia sekaligus. Ia mendapat beasiswa penuh dari Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP) dalam program gelar ganda di Harvard University dan Stanford University.

Kabarnya, dari kedua universitas tersebut Belva berhasil menyabet gelar master dan mengambil jurusan Kebijakan Publik di Harvard University dan Bisnis Manajemen di Stanford University. Ia juga diketahui berhasil masuk dalam Double Dean's List sebagai salah satu dari 5% mahasiswa dengan pencapaian prestasi tinggi.

3 dari 8 halaman

Mendirikan Perusahaan Startup

fakta fakta belva devaraInstagram/@belvadevara 2020 Merdeka.com

Setelah menyelesikan pendidikannya, Belva lalu mendirikan perusahaan tekhnologi berbasis pendidikan yang dikenal dengan Ruangguru. Bersama sahabatnya yakni Muhammad Iman Usman, Belva ingin fokus untuk memajukan pendidikan di Indonesia lewat Ruangguru untuk memudahkan pada siswa belajar secara online.

4 dari 8 halaman

Masuk Forbes 30 Under 30

fakta fakta belva devaraInstagram/@belvadevara 2020 Merdeka.com


Sebagai salah satu platform edtech terbesar di Indonesia, Ruangguru pun berhasil membuat Belva dan Iman masuk ke dalam jajaran tokoh lain dalam majalah Forbes 30 under 30 dalam bidang kewirausahaan dan tekhnologi tahun 2017 silam.

5 dari 8 halaman

Dapat Penghargaan

fakta fakta belva devaraInstagram/@belvadevara 2020 Merdeka.com


Selain masuk ke dalam majalah Forbes, Belva juga terpilih sebagai salah satu dari pemuda di bawah 40 tahun paling berpengaruh di ASEAN.

6 dari 8 halaman

Sering Jadi Pembicara

fakta fakta belva devaraInstagram/@belvadevara 2020 Merdeka.com


Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Belva juga sempat beberapa kali membagikan momen saat dirinya menjadi pembicara di berbagai kongres-kongres ternama seperti menjadi pembicara di World Economic Forum on ASEAN 2018, Pembicara di Konferensi Dunia di Beijing, Pembicara di MWC 2018 Barcelona, dan masih banyak lagi.

7 dari 8 halaman

Alasan Mundur jadi Stafsus

fakta fakta belva devaraInstagram/@belvadevara 2020 Merdeka.com


Dalam surat terbuka yang disampaikan oleh Belva dalam Instagram-nya, ia mengatakan sebelumnya telah menyampaikan surat pengunduran diri secara resmi kepada Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 April 2020 dan disampaikan langsung oleh Presiden pada tanggal 17 April 2020.

Keputusannya mundur dari posisinya sebagai stafsus Presiden berkaitan dengan munculnya isu konflik kepentingan yang ramai dibicarakan beberapa hari belakangan.

8 dari 8 halaman

Ruangguru jadi Mitra Program Kartu Prakerja

Belva mendapat kritikan keras dari masyarakat usai perusahaan startup miliknya mendapat anggaran sebagai mitra kartu prakerja. Ia mendapatkan kritik berkaitan dengan posisinya sebagai CEO Ruangguru sekaligus staf khusus Presiden.

Dalam unggahannya, Belva mengatakan jika dirinya akhirnya memutuskan untuk mundur sebagai stafsus karena khawatir polemik ini justru akan mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Presiden dan jajaran pemerintah dalam menghadapi wabah virus Corona yang sedang melanda.

"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan," tulis Belva.

(mdk/khu)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami