Pilihan Investasi Aman di Tengah Konflik Iran-AS

Pilihan Investasi Aman di Tengah Konflik Iran-AS
UANG | 9 Januari 2020 20:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas. Perseteruan ini, dapat membawa dampak yang buruk bagi perekonomian Indonesia. Maka dari itu, penting untuk mempersiapkan antisipasi dalam menjaga aset Anda.

Menurut Analis Suria Dharma, saat dihubungi Merdeka.com, Kamis (9/1), beberapa instrumen investasi yang dapat dipilih di antaranya investasi saham dan emas.

Untuk sektor investasi saham, yang dinilai dapat bertahan ialah saham perusahaan di sektor consumer staples. Hal itu terjadi karena fokus pada perusahaan di bidang konsumsi dan peralatan rumah tangga dinilai aman.

Setelah itu pada perusahaan di bidang telekomunikasi. Hal itu terjadi karena komunikasi masih menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat luas, terlebih dalam konflik yang memanas ataupun tidak.

Setelah itu, pada perusahaan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Suria menjelaskan, dipilihnya CPO karena tersedianya bahan bakar B30 di Indonesia, dan adanya ketegangan antara Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad dengan India.

"Sehingga membuat India kemungkinan mengalihkan pembelian CPO ke Indonesia," ujar Suria.

1 dari 1 halaman

Investasi Lainnya

rev1

Kemudian investasi emas, juga akan berpeluang menguat, dan menjadi sektor yang tidak akan berpengaruh, bila kondisi Iran-AS memburuk, atau bila terjadi resesi di AS. "Kalau kondisi (Iran-AS) memburuk, emas jadi aset investasi yang mempunyai tingkat risiko rendah," jelasnya.

Dengan demikian, dalam konflik Iran-AS, perekonomian Indonesia dalam pasar domestik, yang tidak berorientasi pada ekspor, akan dinilai menjadi lebih baik.

Sementara untuk perseteruan yang terjadi antara AS dan Iran, sejauh ini belum ada dampak yang buruk pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), "Oleh karena itu, pada hari ini market rebound (di IHSG), (harga) emas langsung turun," tutupnya.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah (mdk/azz)

Baca juga:
BKPM Pastikan Ketegangan di Laut Natuna Tak Ganggu Investasi China di Indonesia
Menperin soal Sengketa Natuna: Industri China di Indonesia Tak Terpengaruh
Presiden Jokowi Minta Para Duta Besar Fokus Diplomasi Ekonomi
Menko Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Investasi China ke Indonesia
Uni Emirat Arab Butuh 1.000 Pekerja Indonesia
Perang Iran-AS, Ini Dampak Negatifnya ke Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami